Baskara Putra atau yang di kenal dengan nama panggungnya yaitu Hindia merupakan salah satu Musisi yang karya-karya nya seringkali di putar pada kalangan orang-orang usia remaja.
Hindia merupakan side
project dari Baskara sendiri yang dimana ia juga dikenal sebagai salah satu
vokalis dari Band Alternative Rock Feast. Pada solo projek nya ini Baskara
mengatakan bahwasannya projek ini ia buat karena ia ingin berbagi cerita
ataupun pandangan pribadinya dan merasa kalau cerita atau pandangan tersebut ia
tuangkan dalam lirik-lirik pada lagu Feast akan terkesan egois karena Feast
udah menjadi milik bersama yang artinya cerita yang ada di lagu-lagu Feast
adalah cerita terkait Masyarakat.
Lirik lagu yang ada di
dua album Hindia kebanyakan ngomongin terkait peristiwa yang dialami anak muda
masa sekarang, keadaan politik tapi lewat sudut pandang pribadi dan beda dari Feast
yang multi-sudut pandang, dan pergolakan batin yang dialami oleh Baskara sendiri.
Nah karena lirik-liriknya neritain semua hal diatas makanya banyak anak muda,
terutama Gen-Z yang relate dan suka banget sama lagu-lagu dari Hindia,
bahkan pas rilis Album kedua aja udah diminta album ketiga.
Lirik-lirik Hindia ini juga mudah diterima karena
memvalidasi apa yang dirasakan oleh Gen-Z karena lebih kea rah pesimis realistis
yang Gen-Z banget. Kami anak muda gak butuh motivasi kami hanya butuh di
validasi kayak “Oh stres? Sama gua juga” dan makanya music Hindia tuh Gen-Z
banget lah pokoknya hehehe.
Sebenarnya banyak juga Musisi
local lain yang memiliki topik yang sama dalam lirik-liriknya, tapi dalam lirik
yang dituangkan dalam lagu-lagu Hindia memiliki sebuah kekuatan “Lyrics
writing”. Dan in my “sotoy” opinion, karena Baskara dulu sempat
kuliah Komunikasi di UI gua rasa dia gabungin Teknik penulisan Copywriting dan
lirik yang berima di penghujung kalimat dalam lagu-lagunya.
Dalam Copywriting terdapat
tiga hal dalam penulisannya, yaitu Headline,
Body, dan Call to Action. Nah dalam lirik-lirik yang dibuat oleh
Daniel Baskara Putra ini kalau dibedah tuh ada tiga unsur tersebut, contohnya pada
lagu yang berjudul Berdansalah Karir Ini Tak Ada Artinya, pada bagian “Berdansalah
Kau Raja Dunia! Karir ini taka da artinya! Itu call to action nya dapat
banget.
Lanjut, salah satu
karakteristik pada liriknya juga ngemention beberapa brand dan penyebutan ini sesuai dengan konteks nya
dan lagi-lagi relate pada Gen-Z dan masa sekarang, contohnya ada di lagu
yang judulnya Untuk Apa/Untuk Apa? yang dimana pada lagu tersebut
menyebut beberapa brand kayak Nintendo dan Playstation.
Menurut gua hadirnya
Hindia pada blantika music Indonesia membawa sebuah gebrakan kepada music dan Musisi
lainnya dengan memberikan banyak sekali format karya yang unik dan juga
menarik. Dan lirik-liriknya pun jujur sekali dan terus terang contohnya kayak pada
beberapa lagu dia melontarkan segala keluh kesah di dirinya kayak ngerasa capek
sama fans yang fanatic sampai-sampai dibilang kalau dia adalah “Nabi palsu” dan
ngerasa ketenaran dia gak ada artinya. Shout out untuk Baskara dan
karya-karya yang telah dibuatnya.
Komentar
Posting Komentar